Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sukseskan Membeli Rumah Karena Alasan ini

 

Rumah idaman

Apa yang dimaksud sukses membeli rumah? Sukses membeli rumah adalah ketika ada impian untuk memiliki rumah dan dapat merealisasikan impian itu. Lambat atau cepat semua tergantung pada usaha yang dilakukan.


Memiliki rumah adalah impian semua orang. Dibalik dari impian itu ada banyak kendala yang sering ditemui. Tidak heran bila diantara kita ada banyak orang yang tidak beruntung dan kesuksesan tidak berpihak untuk bisa memiliki rumah. 


Kali ini saya berbagi sukses membeli rumah. Kata orang dan juga pengalaman sendiri, membeli rumah itu lebih mirip dengan memilih jodoh. 

Emangnya jodoh bisa di pilih? 

Ya bisa dong...

Tuhan memberikan kehendak bebas buat memilih, apalagi hanya cuma urusan jodoh...

Tuhan aja, Tuhan kasih kehendak bebas untuk memilih Tuhan mana yang mau anda sembah?

Palingan nanti kesalahan memilih Tuhan akan diadili serta di hukum.


Kembali lagi soal sukses membeli rumah tergantung pada pemilihan rumah dan jodoh anda.

Namun sebelum membahas lebih lanjut agar sukses membeli rumah ada syarat-syaratnya juga lho. Ada yang ringan ada juga yang berat tergantung cluster rumah yang ditawarkan. Saat saya beli rumah, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Lihat syarat pengajuan membeli rumah disini.


Sukses membeli rumah tidak serta -merta bisa terlaksana. Bagi yang punya dana simpanan yang cukup dan besar, membeli rumah bukan perkara yang sulit. Tapi bagi yang ekonominya dibawah rata-rata, memiliki rumah amat sangat berat. Tidak jarang diantara mereka ada yang membuang jauh-jauh harapan itu karena tidak akan mungkin dapat memilikinya apalagi melihat kondisi terkini.


Dapat dimaklumi, kalau mata pencaharian pas-pasan di tambah pengeluaran yang besar. Untuk sementara akan memilih tinggal di kontrakan.


Saya akan motivasi pembaca yang belum punya rumah, segera bisa sukseskan mimpi anda untuk punya rumah. Beri saya kesempatan untuk menyampaikan motivasi ini sekiranya pun pembaca memiliki kesempatan dan dapat mensukseskan pembelian rumah.


Pemerintah dan swasta banyak menfasilitasi masyarakat untuk memudahkan memiliki rumah. Dari pemerintah sendiri bekerja sama dengan pengusaha swasta menyediakan rumah bersubsidi untuk membantu mempermudah masyarakat mendapat rumah hunian yang layak.


Saya sendiri dapat membeli rumah dari developer yang di biayai oleh bank pemerintah. Yah.. lumayanlah buat rumah tinggal dari pada tinggal di rumah kontrakan yang tiap bulan harus dibayar.


Syukur-syukur pada saat proses pembelian, kami tidak mendapat kendala yang merumitkan. Saya bisa sukses dapatkan rumah kala itu, bukan karena punya tabungan, tapi karena niatnya yang besar dan Tuhan tolong kami untuk mendapatkannya. Meskipun kata teman-teman, kok beli disitu, kenapa tidak pilih daerah sana, dan bla-bla? Tapi saya tidak patah arang walaupun sedikit menyesal kala itu karena membeli rumah dengan sumber airnya tidak bersih.


Penyesalan itu lama-lama dapat di kikis sejalan dengan kemudahan dan keuntungan tinggal di rumah sendiri. Soal ukuran dan fasilitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan. Kondisi rumah dapat disesuaikan jika sudah benar-benar bisa sukses membeli rumah. 


Dengan kesuksesan membeli rumah yang sudah saya peroleh, saya juga ingin membagikan apa yang melatarbelakangi kesuksesan itu akhirnya benar-benar bisa terealisasi. Inilah yang membuat saya sukses membeli rumah:


Model rumah terbaru
Ilustrasi rumah idaman


1. Motivasi dari orang lain sukseskan membeli rumah.

Motivasi ini penting sebagai penggerak niat untuk melangkah. Ada tidak ada rumah kalau tidak digerakkan oleh motivasi, bisa saja tidak ada niat untuk membeli.


Sebelum saya membeli rumah ada motivasi yang mengawali dan itu yang memberikan keberanian dan tekat yang kuat pada kami untuk segera bertindak "harus segera punya rumah."


Pada waktu itu tidak butuh-butuh amat memiliki rumah sebab kami di fasilitasi rumah tinggal oleh perusahaan kami bekerja. Tetapi oleh anak dari pemilik perusahaan berkata sesuatu yang menurut saya seperti merendahkan, merasa sadar diri tinggal di mess, saya pun mendesak suami untuk segera cari rumah. Suami ikut kata saya.


Tanpa pikir panjang, karena merasa tidak enak mendengar perkataan anak boss, jadi itulah motivasi bagi kami untuk segera tancap gas cari rumah. (Sebagai orang yang menumpang harus sensitif atau peka jangan pura-pura tidak tahu). Kalau jodoh pasti tidak akan kemana yang penting sudah usaha. Soal tidak ada uang nanti di pikirkan lagi. Yang penting dengan pihak developer deal rumah blok sekian dan nomor sekian, bayar booking fee hari itu juga.


Setiap usaha, kendala itu pasti ada, itu pasti. Tapi kendala bukan jadi senjata untuk menyurutkan niat. Jadikan kendala sebagai senjata untuk berani melangkah maju.



2. Ketetapan hati untuk memiliki rumah.
Model rumah idaman terbaru
Ilustrasi contoh rumah idaman

Ketetapan hati sangat penting dalam membantu kesuksesan membeli rumah. Kadang kendala terberat ketika sudah ada niat untuk membeli rumah seringkali tidak ada ketetapan hati untuk memutuskan rumah ini yang harus aku beli.


Pertimbangan yang begitu banyak pada akhirnya memusingkan kepala dan akhirnya terus menunda. Pertimbangan-pertimbangan akan bermunculan begitu melihat banyak contoh rumah. Berharap dapat rumah yang sempurna persis yang ada dipikiran kita.


Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, jika tabungan atau uang kita banyak tidak ada masalah mau pilih rumah model yang mana. Tinggal tunjuk saja, jadi milik kita. Kalau tidak ada uang tapi kebelet punya rumah, kita tidak bisa banyak memilih. Kelamaan, keduluan orang lain memilih. Lama-lama tambah pusing, semakin lama kita semakin tersingkirkan yang lebih jauh ke pelosok dan harga rumah yang mau di beli semakin mahal.


3. Pertimbangan usia membantu mensukseskan membeli rumah.

Rumah minimalis rumah idaman
Contoh model rumah idaman minimalis


Mendapatkan rumah idaman tidak semudah yang dipikirkan kebanyakan orang. Jangankan rumah idaman, rumah seadanya saja sulit di dapat. Kalau kondisi ekonomi terbilang pas-pasan, jangan memasang harapan yang tinggi bisa tercapai dengan cepat. Jika berpedoman kepada "keharusan" membeli rumah idaman, bisa sampai tua tidak akan dapat rumah. 


Rumah idaman itu apabila punya uang lebih. Bukan tidak mungkin punya rumah idaman, tapi bergeraknya pelan-pelan. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. 


Beli perumahan tidak selamanya seindah yang ada di bayangan kita. Ada lebih banyak kekurangan dari pada kelebihan. Untuk menjadi sesuai impian, sedikit demi sedikit di perbaiki, kalau langsung sekaligus tentu biayanya besar. Itu sangat memberatkan.


Karena untuk mendapatkan rumah impian tidaklah mudah, apa yang bisa dibeli sesuai kesanggupan keuangan anda saat ini, belilah rumah sesuai itu. Kalau menunggu uang sampai terkumpul bisa tua tidak punya rumah. Lagi pula mengingat, persyaratan membeli rumah ditentukan umur. Tidak bisa melewati batas maksimum sebelum masa kredit habis.


Lihat umur anda saat ini, hitungkan 10 - 20 tahun berikutnya, apakah umur anda sudah mencapai batas maksimum? Jika sudah mendekati segera usahakan sukseskan membeli rumah sekarang. Jangan sampai kelamaan nantinya bisa memberatkan anda.


4. Tinggal di rumah kontrakan.
Rumah minimalis
Contoh design rumah minimalis

Tinggal di rumah kontrakan adalah pilihan yang aman untuk sementara waktu. Kalau sudah punya uang, sukseskan untuk segera punya rumah sendiri. Kecil-kecil rumah sendiri lebih menyenangkan dari pada harus tinggal di rumah kontrakan yang sewaktu-waktu bisa tergusur, apakah karena tidak sanggup membayar sewanya atau rumah yang anda kontrak mau di pakai atau alih-fungsikan oleh pemiliknya.


Hidup berpindah-pindah tentu merepotkan dan melelahkan. Bila masa kontrakan sudah berakhir, anda dipaksa angkat kaki dengan semua barang-barang yang anda miliki. Capek.


Belum lagi mengontrak hanya untuk memperkaya pemilik kontrakan. Setiap bulan / tahun keluarin uang untuk bayar uang kontrakan. Lebih baik cari perumahan untuk rumah tinggal, suatu saat akan menjadi rumah pribadi dan tidak perlu lagi berpindah-pindah. 


5. Tergusur dari rumah orang tua atau keluarga.
Model rumah
Ilustrasi rumah idaman

Rumah orang tua adalah rumah kita juga, itu tidak selamanya berlaku kalau sudah menikah. Orang tua masih memiliki hak untuk itu, jangan marah kalau orang tua bertingkah atas rumahnya sendiri.


Jangan heran kalau ada perlakuan orang tua / mertua yang tidak menyenangkan selama tinggal serumah dengannya. Sebaiknya kalau sudah ada perlakuan yang mengarah kepada hal-hal demikian, tandanya saatnya buru-buru sukseskan membeli rumah dan segeralah pindah. Sebab lama-lama aroma itu akan semakin menyengat. 


Tinggal serumah dengan orang tua padahal anda sudah menikah, banyaklah tidak harmonisnya. Ujung-ujungnya akan menjurus ke-pengusiran secara halus. Maka sebelum di usir secara kasar, sukseskan membeli rumah secepatnya. Dan tinggallah di sana.


Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. 

Motivasi terbesar : sakit dahulu baru sukseskan kemudian rumah impian anda.

Semoga yang membagikan artikel ini segera mendapatkan rumah baru dan rumah impian.

Post a Comment for "Sukseskan Membeli Rumah Karena Alasan ini"