Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak

penyebab sulit hamil

Tidak bisa hamil dan Tidak punya anak adalah sebuah penderitaan tersendiri bagi pasangan yang sudah menikah. Bertahun-tahun menikah masih tetap hidup berdua. Lebih mengejutkan ada yang memilih bercerai, menikah kedua, ketiga, mungkin keempat kali demi dapat anak. Mudah-mudahan tidak ada yang sampai lima kali. Ketiadahamilan pasti ada penyebabnya yang mewakili beberapa penyakit dan masalah yang akan dibahas nanti. Kendati beberapa metode pengobatan ditempuh sebagai pilihan yang dianggap paling membantu sebagai pintu masuk untuk memperoleh keturunan, namun tidak jarang berujung kekecewaan. Meskipun ada yang berhasil dan ada juga yang gagal.
Pandangan bahwa anak adalah segalanya, anak adalah kebahagiaan, menjadikan kehadiran anak menjadi ujung tombak dari sebuah pernikahan yang harus dikejar. Itu sebabnya, tidak ada orang yang sudah menikah betah dalam ketiadaan anak dalam pernikahan mereka. Selain tuntutan bagi orang sekitar juga merupakan hukum sosial yang mengharuskan mereka mau tidak mau harus punya keturunan.


Bukan hanya medis yang dipandang sebagai solusi menawarkan program kehamilan, selain pergi ke pengobatan alternatif juga metode lain bahkan ke dukun sebagai ikhtiar untuk mendapat kesempatan hamil. Tujuannya, karena pernikahan tanpa dikaruniai anak sama sama dilematis dengan orang yang menjomblo seumur hidup. Pernikahan tanpa anak seperti aib bagi keluarga yang terus menghantui dan memberi rasa takut yang mengikat leher mereka sehingga menjadi siksaan yang menjerat dalam kesepian. Pernikahan tanpa anak sama halnya pernikahan yang kurang bumbu karena hari-hari mereka seringkali di sodorkan nuansa yang sepi. Hati manusia kalau sudah sepi, dapat kehilangan gairah.

Tidak jarang pernikahan kandas di tengah jalan karena belum dikasih anak. Budaya dan keluarga menjadi pemicu kesedihan yang memaksa melahirkan anak menjadi suatu keharusan. Apapun dilakukan demi mendapatkan anak sekali pun harus pergi ke dukun dan orang pintar sebab ketiadaan anak dalam keluarga menimbulkan persepsi beragam di masyarakat. Saya mencatat ada beberapa hal yang memicu penyebab sulitnya bahkan tidak bisa mempunyai keturunan. Seumur hidup mereka tidak pernah mengandung karena beberapa faktor yang terjadi baik secata permanen atupun dalam skala waktu tertentu.


1. Disebabkan oleh sakit penyakit.

Terkadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam pernikahan. Begitupun dengan soal kepemilikan anak. Sebelum menikah semuanya berjalan tanpa masalah karena sebelumnya kita tidak tahu apa yang kita alami. Begitu memasuki pernikahan baru kita tahu setelah melakukan medikal cek up untuk memastikan kondisi kesehatan rahim.

Setelah sekian bulan atau sekian lama setelah menikah belum juga kunjung hamil, lalu dengan inisiatif atau saran dari orang terdekat kita memeriksakan kondisi tubuh terutama bagian kewanitaan bagi perempuan dan bagian kesuburan pada pria apakah ada kendala dengan kesuburan. Dalam masalah belum dikaruniai anak perempuanlah yang paling rentan di diagnosa mengalami masalah. Kasus untuk pria hanya sebagian kecil dan persentase cenderung lebih besar dialami oleh wanita.

Wanita memiliki banyak kemungkinan mengalami gangguan kehamilan semisal penyakit kista, kanker miom, keputihan dan masalah kesuburan lainnya. Tapi, Keempat penyakit ini lebih menakutkan karena sangat rentan menyerang kesuburan wanita terutama jika sebelumnya tidak/kurang menjaga pola hidup sehat. Penjagaan pola makan yang baik tentu akan menghindari dari gangguan berbagai penyakit. Kebanyakan penyakit berasal dari pola hidup tidak sehat.

Gangguan kehamilan yang paling sering terjadi adanya kista yang membesar didalam dinding rahim, atau juga miom dan kanker atau penyakit lain yang berhubungan dengan rahim. Kista salah satu yang paling banyak menyerang kesuburan wanita. Ada beberapa memang yang tetap bisa hamil meski sulit dan ada sebagian diantara penyakit itu harus diangkat terlebih dahulu baru bisa hamil. Apapun penyakit sebaiknya tanyakan kepada dokter kandungan atau penyakit dalam untuk mendapatkan tindakan terbaik. Wanita yang mengidap beberapa penyakit tersebut harus menjalani proses pengangkatan penyakit itu dari rahim baru setelah itu bisa hamil.


2. Disebabkan oleh kemandulan.

Dari namanya saja sangat tidak enak didengar apalagi sampai terjadi pada wanita yang sudah menikah. Seumur hidup tidak akan bisa
mengandung kecuali dengan datangnya mukjizat. Tapi tenang tetap bisa kok punya anak, caranya iya dengan inseminasi dan bayi tabung. Yang penting ada biayanya, dan biayanya cukup besar lho dan harus banyak menabung. Masalah ini, duitnya yang dipikirkan. Soal berhasil atau tidak tetap banyak-banyak berdoa karena semua yang terjadi pada alam semesta ini tidak bisa lepas dari kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Tuhan.


Terkadang ya, dalam kondisi ini jika segala upaya tidak berhasil rasanya uang tidak ada artinya sama sekali. Tapi tanpa uang juga tidak dapat melakukan apa-apa termasuk dalam beriktiar. Jika kesepian datang karena tidak hadirnya anak dalam keluarga, uang yang dikumpulkan rasanya tidak dapat mengobati  rasa kesepian. Itu sebabnya bagi yang sudah menjadi orang tua dan punya anak seringkali menyebut "anak adalah harta yang paling berharga." Benar saja, anaklah segalanya, baik motivasi dan kekayaan. Tanpa anak harta yang melimpah rasanya tidak ada artinya jika hatinya kosong dan sepi. Begitu pulang kerumah tidak ada sambutan hangat dari anak serasa hidup kosong. Anak adalah penyemangat hidup. Pulang kerja lihat anak datang menyambut rasa capek dan strees hilang.



3. Disebabkan oleh dosa-dosa dimasa lalu

Jarang orang berpikir atau memikirkan mengapa seseorang itu tidak hamil-hamil padahal secara medis semuanya sehat tanpa masalah. Berulangkali pergi ke dokter, diagnosanya sama: tidak ada penyakit atau tidak ada masalah dan yang bingung malah dokternya, karena memang tidak ada masalah. Lalu kenapa tidak berpikir untuk menyelidiki diri sendiri apa semua kegagalan itu bersumber dari masa lalu yang tidak diselesaikan.


Masa lalu itu jahat bila tidak dibereskan. Dan jahatnya lagi kita tidak pernah menyadari bahwa kita memiliki masalah yang belum selesai akhirnya mengikat masa depan. Memang ini sulit dideteksi, tetapi bukan tidak mungkin untuk kita sadar dan perlu menyadarkan diri dengan banyak berdoa. Coba ingat-ingat yang pernah anda lakukan atau perkataan-perkataan yang sangat menyakitkan buat orang lain dan mungkin saja orang tuamu atau pasanganmu sendiri. Siapa tahu waktu bertengkar ada kemarahan yang sampai membuat anda mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas atau mengutukinya. Atau orang tua dalam kemarahan pernah mengeluarkan kata-kata kutukan yang tanpa sengaja telah membuat anda termakan dengan perkataan itu.


Saya percaya tidak ada pasangan yang menginginkan hal buruk terjadi pada keluarganya, tapi kondisi emosi yangng tidak terkontrol bisa sampai mengeluarkan kata-kata buruk. Juga tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk pada anaknya, tapi karena tingkah laku anaknya yang baginya tidak pantas maka keluarlah kata-kata kutuk. Siapa tahu. Tapi malah perkataan itu yang menjadi malapetaka bagi anda dan keluarga. Maka oleh karena itu perlu sesekali mengkoreksi diri kita dan mengingat apa kesalahan kita dimasa lalu. Cara ini bisa juga membantu untuk berubah dan bertobat supaya berkat itu datang.

Seringkali perkataan yang buruk menutup pintu berkat dan pada akhirnya anda sendirilah yang merasakan dampaknya. Hitung-hitung supaya hubungan lebih baik anda juga bisa meminta maaf walaupun kesalahan itu sudah beberapa tahun berlalu.


4. Disebabkan oleh kehilangan anak ketika dalam kandungan atau sesudah dilahirkan.

Saat tahu bahwa anda hamil rasa senang dan bahagia berkecamuk didalam hati anda begitupun pasangan anda. Harapan akan punya anak sudah didepan mata. Hilang semua rasa cemas yang pernah mampir. Siapa sih yang tidak bahagia mendapat anugerah?

Tak kala kebahagiaan itu sedang menyelimuti, yang tidak diharapkan bisa saja terjadi. Beberapa wanita dan keluarga menimpa hal ini. Ditengah kebahagiaan yang baru saja dirasakan datang pula masalah yang sebelumnya tidak diundang merenggut kebahagiaan tersebut. Janin yang baru jalan berapa bulan tiba-tiba mengalami masalah. Sedih, cemas takut. Muncullah stress

Kondisi ini memperburuk keadaan janin dalam rahim. Calaon orang tua sedang menunggu buah hati yang ingin lahir, lagi-lagi terjadi masalah yang bahkan terpikir pun tidak, tiba-tiba merenggut kebahagian. Memang ada kondisi rahim yang kalau mengalami keguguran atau setelah lahir anak tersebut meninggal bisa langsung hamil. Bagaimana dengan yang sudah dengan susah payah berusaha supaya dapat anak, giliran sudah hamil terjadi keguguran atau kematian? Bahkan setelah mengalami kejadian keguguran atau kematian bayi baru lahir, susah untuk hamil lagi.
Ada juga karena pengalaman kuretasi yang menurut pandangan sebagian orang akan mengikis kulit rahim sehingga menyebabkan lecet atau keringnya dinding rahim.  Atau saat bayi lahir terjadi penanganan yang kurang baik pada ibu melahirkan sehingga mengakibatkan kerusakan pada rahim.



5. Disebabkan faktor usia.

Tidak mandul, tidak sakit tapi setelah menikah tetap tidak punya anak. Hal ini bisa saja terjadi pada pasangan yang menikah dengan usia yang cukup berumur. Faktor usia berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Sebagai wanita jika sudah punya pasangan dan sudah siap, penulis pesan: buat apa lama-lama. Orang tua selalu menyarankan untuk cepat-cepat menikah pada anak gadisnya. Ya, ada juga ketakutan dan kecemasan pada orang tua jika anaknya terlambat nikah. Takutnya kalau umur semakin bertambah nanti tidak ada pria yang melirik lagi. Lagipula kalau sudah berumur masih juga belum nikah-nikah malah nantinya semakin tua semakin tidak laku. Kalaupun laku, bagaiamana nanti dengan anaknya yang ditakutkan karena sudah ketuaan tidak bisa lagi hamil.


Wanita bisa hamil kalau masih datang bulan. Walaupun kondisi tubuhnya secara keseluruhan masih sehat namun jika sudah mati pucuk secara medis tidak mungkin masih bisa hamil dan ujungnya supaya punya anak ya harus adopsi atau bayi tabung. Tapi kan bayi adopsi tidak bisa sama dengan anak yang lahir dari rahim sendiri.



6. Disebabkan oleh pilihan salah satu atau keduanya untuk memilih tidak punya anak.

Dengan alasan tidak mau repot atau tidak siap punya anak menjadi salah satu faktor tidak punya anak. Pasangan memilih menunda punya anak demi karir. Biasanya wanita yang kerap melakukan ini, kalau pria capcuss saja. Orang semacam ini, baginya anak menjadi salah satu penghambat karir. Padahal menunda punya anak beresiko bagi pernikahan itu sendiri. Banyak orang tua yang memiliki pengalaman unik dengan kehadiran anak dalam keluarga mereka. Beberapa pengalaman yang diceritakan oleh orang yang sudah memiliki anak sering berkata: "anak punya rezekinya masing-masing." Entah orang setuju dengan pernyataan ini atau tidak bagi yang sudah mengalami, itu suatu fakta. Lagi pula anak adalah rezeki terbaik dari semua rezeki. Anda pasti setuju, bukan?


Kembali lagi kepada keputusan pasangan apakah pernyataan bahwa "anak punya rezeki masing-masing" menjadi motivasi atau tetep keukeuh kepada keputusan untuk menunda. Anak bukan masalah jika didapat dengan cara benar. Siapa tahukan hasil selingkuh? Ya tentu ujungnya jadi keribetan dan penghalang karir. Kita tidak tahu, Tuhan kasih kesempatan punya anak pada saat awal-awal pernikahan. Tapi andanya menunda waktu itu. Jadi kelewat deh berkatnya. Giliran udah merasa kesepian dan pingin punya anak, waktunya udah lewat. Lama kelamaan usia semakin tua, dan anda melewatkan kesempatan terbaik.


Jangan terlena dipengejaran karir semata namun justru melupakan kebahagiaan pernikahan anda. Pernikahan itu seperti air mengalir, mengalir saja mengikuti arus. Jika anda sudah menikah bersiap juga jika mendapat anugerah keturunan. Besok-besok anda tidak perlu memikirkan bagaiamana biar dapat anak. Sebab diluar sana banyak yang tidak punya kesempatan untuk menimang anak dan dengan alasan yang beragam.


Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak Reviewed by Risda Nababan on February 20, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.