Gejala dan Dampak Dari CoronaVirus (Covid-19) Bagaimana Pencegahan dan Cara Menghadapi.


Semua mengalami dampak buruk diakibatkan oleh hadirnya Corona virus. Ini seperti menghantam peradaban bukan saja dunia bahkan makluk hidup yang ada didalamnya.
Pun tak terkecuali dengan negara-negara maju yang biasa di kenal dengan adidaya atau superpower. Lalu bagaimana kamu menghadapi pandemi, seberapa besar dampak yang kamu rasakan dan bagaimana pencegahan tentu cara menghadapinya supaya ketakutan tidak sampai berlebihan.

Ketakutan yang berlebihan tidak membuat keadaanmu lebih baik, malahan membuat kesehatan me jadi drop dan mudah diserang berbagai penyakit tak terkecuali penyakit Covid-19.

Untuk Indonesia sendiri masih tergolong sedikit dibanding dengan negara lain dengan jumlah orang meninggal sudah ribuan orang. Dan tentu kita semua berharap kedepan tidak ada penambahan jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sampai tgl 4 April jumlah yang terpapar dan meninggal bisa dilihat dalam daftar dibawah ini.

Corona virus merupakan pandemi yang melanda semua negara. Dan menjadi PR negara untuk melindungi warganya dari penularan. Penyakit yang diketahui berasal dari Wuhan, China ini, telah merebak hampir kesemua negara yang menimbulkan ribuan kematian dan menjadi ketakutan seluruh bumi.

Tapi masalahnya apakah ini akan terus dibiarkan menggerogoti kehidupan kita? Semua orang berharap supaya pandemi ini segera berakhir. Dari sisi diri sendiri sebagian besar menimbulkan ketakutkan mengakibatkan keparnoan yang luar biasa.

Di beberapa negara ada yang sudah melakukan lockdown sebagai antisipasi warganya terhindar dari pandemi ini. Akibat dari pandemi ini ribuan jiwa melayang. Dan sangat disayangkan, orang yang meninggal, banyak yang tidak terurus karena ketidakmampuan orang untuk mengurus jenazah yang sudah meninggal. Kengerian begitu terlihat, orang yang sudah meninggal seperti terlihat tidak ada harganya.

Bayangkan saja dampaknya, meskipun kematian bukan disebabkan oleh Corona virus, tetapi imbasnya meluas kesemua sektor. Ketakutan pada Covid-19 membuat orang saling membiarkan meski kematian bukan disebabkan virus Corona, terjatuh dalam kecelakaan atau pingsan dipinggir jalan bisa saja dibiarkan oleh yang kebetulan melihatnya. Orang kemalangan tidak saling menjenguk.

Apalagi pasien yang sudah terkonfirmasi dalam status ODP (Orang dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sampai sudah positif tertular. Untuk yang sudah terkonfirmasi positif, pemulasaran jenazah hanya dilakukan sesuai protokol kesehatan. Diantaranya yang sangat buat sedih adalah Penguburannya tidak bisa disaksikan oleh anggota keluarga, sangat menyedihkan situasinya. Apalagi setelah adanya himbauan dan aturan dari pemerintah untuk tidak membuat atau menghindari kerumunan akhirnya membuat masyarakat tidak ada tempat untuk bertemu keluarga dan para tetangga yang melayat.


"Prinsipnya, pengurusan jenazah pasien COVID-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,"

Berikut ini protokol pengurusan jenazah Covid-19:

1. Pengurusan jenazah pasien COVID-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

2. Jenazah pasien COVID-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah bahan dari plastik (tidak dapat tembus air) dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

3. Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang.

4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

5. Khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, sehingga petugas urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut.

6. Ibadah pemakaman diatur oleh petugas sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.

7. Selama ibadah pemakaman, seluruh petugas dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi COVID-19.



Lalu apa yang kamu alami dengan dampak yang diakibatkan oleh Corona virus atau covid-19 ini?



1. Ketakutan akan kematian


Hal yang tak terkecuali dialami oleh manusia saat ini adalah ketakutan. Ketakutan yang paling dialami setiap orang mungkin saja sama dan mungkin saja berbeda:



Ketakutan yang paling utama dialami oleh manusia adalah takut mati. Kalau hanya sekedar sakit, orang akan berpikir masih bisa di obati dan masih bisa sembuh sehingga orang tidak terlalu serius dengan penyakit sekalipun itu penyakit sudah serius. Baru setelah nyawa di batang leher barulah takut, takut akan kematian.


Jangankan diri kita sendiri, orang disekitar pun jika membayangkan meninggal di situasi Corona, sangat menyedihkan. Itu lantaran orang yang meninggal dalam status Corona:
1. Tidak bisa dilihat jenazahnya
2. Penguburan sesuai protokol kesehatan
3. Tidak bisa mengantarkan sampai keperhentian terakhir.
4. Adanya kemungkinan terjadi penolakan saat memilih tempat pemakaman.
5 . Tidak ada penghormatan terakhir.
Kalau orang-0rang terpandang biasanya, pada saat pemulasaran, diiringi oleh banyak orang dan mobil-mobil untuk mengantarkan keperhentian terakhir.


2. Dampak Social distancing

Minimal 1 meter jangan bersentuhan fisik

Dampak social distancing (pembatasan sosial) atau physical distancing ( pembatasan pisik) membuat hampir sebagian besar masyarakat merasa parno. Bagaimana tidak, jangankan orang luar, mungkin keluarga sendiri kita akan waspadai untuk berdekatan dengan mereka meskipun kondisi dalam sehat sentosa. Covid-19 tidak terlihat dengan kasat mata, itu yang membuat masyarakat pada parno, akhirnya yang terpikir: jangan-jangan.... Penularannya lebih didominasi melalui droplet (percikan kemulut/hidung) sehingga perlu diwaspadai jangan sampai mulut sebagai arus penularan terkena Corona virus ini. Ada pula yang mengatakan melalui aerosol. Apapun itu, kita hanya perlu mewaspadai jangan sampai terjadi penularan pada diri sendiri dan orang lain sehingga harus menjaga social distancing dan physical distancing


Pembatasan ini, membatasi ruang gerak manusia bahkan setelah himbauan untuk #dirumahsaja.
- belajar dari rumah
- belanja dari rumah
- kerja dari rumah
- ibadah #dirumahaja.
- Olahraga dirumah.
- konser dari rumah.
- aktivitas semua dari rumah
Dan akhirnya rumah kembali pada otoritasnya dan naturenya sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga, dimulai dan dilakukan segala hal. Sebagaimana peribahasa berkata: "rumahku adalah istanaku"


Tapi akan menjadi penderitaan bagi orang tidak betah berlama-lama dirumah, mungkin alasannya seperti dibawah ini:
1. Karena punya selingkuhan diluar rumah.
2. Istri/suami yang cerewet sehingga lebih baik mengembara diluar rumah daripada menghadapi suami/istri.
3. Mungkin kamu orang yang banyak uang, sehingga gatal untuk keluar rumah.
4. Goal hidup kamu bukan untuk tinggal dirumah.



3. Dampak ekonomi keluarga mulai terguncang.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika

Tidak disangka, Covid 19 telah membawa orang pada kesulitan dan kesusahan. Corona telah berhasil menghancurkan ekonomi dunia. Tetapi sebaliknya telah berhasil juga menyatukan keluarga.

Saat tulisan ini muat rupiah sudah anjlok loh gays ke Rp. 16.140 per dolar. Begitupun dengan dampaknya kepada banyak perusahaan, banyaknya perusahaan atau pengusaha yang mengurangi dan merumahkan karyawannya. Otomatis akan menghancurkan ekonomi keluarga. Bukan hanya mereka saja yang mengalami, pekerja harian yang tidak bernaung dalam manajemen perusahaan sangat keras menghantam ekonomi mereka. Pasar melemah akibat permintaan mengalami penurunan. (Kayak ilmu ekonomi saja)


Gejolak ekonomi membuat masyarakat yang tadinya tenang tinggal diperkotaan akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya agar bisa melanjutkan hidupnya.

Lalu timbul masalah baru, bukan hanya membawa hidup mereka dan keluarga berjuang mencari nafkah lebih keras lagi, tetapi entah berapa banyak diantara pemudik yang juga membawa Covid 19 untuk disebarkan di kampung halamannya. Doaku, semoga pandemi ini segera berakhir.


4.  Dampak kenaikan harga dan Antrian panjang angkutan umum




Penumpukan dan penimbunan bahan pokok tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir diberbagai negara mengalami ini.
Padahal stok yang tersedia tidak selalu cukup memadai untuk ditimbun. Atau seperti yang baru-baru ini di DKI ketika Covid-19 sudah mengalami peningkatan malah ada pengurangan angkutan umum, bikin efek kejut yang menyebabkan membludaknya antrian panjang.

Beberapa pelaku usaha culas, memborong semua kebutuhan pokok dan keperluan kesehatan yang sangat diperlukan dalam suasana pandemi.  Semua kebutuhan-kebutuhan yang dicari di musim pandemi ini, harganya melonjak naik bahkan ada yang sampai 1000 persen.


5. Stress menghadapi anak-anak yang belajar secara daring.

Orang tua stress menghadapi anak

Ibu-ibu yang lebih paling merasakan terkena dampak virus Corona akibat penerapan sosial distancing. Beberapa orang tua sering mengeluhkan keadaan anak-anak mereka saat belajar. Perilaku guru yang kerap memberikan PR untuk diselesaikan dirumah membuat orang tua yang mengajari mereka ikut terkena stress.

Ada yang mengeluhkan belajar dirumah membuat waktu mereka habis tersita buat mengajari anak-anak sehingga harus mengorbankan pekerjaan sehari-hari yang biasa mereka lakoni.


Mereka kerap marah-marah kepada anaknya karena tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru kelas, dan ternyata menurut mereka bahwa tidak semua orang tua bisa jadi guru. Selama ini orang tua terima beres, siap pakai anaknya di didik dan diarahkan guru.


6. Harus kehilangan sementara waktu bersama keluarga.


Cara dokter yang menangani Corona saat bertemu anaknya.
Social distancing - Mencium anak lewat kaca

Mungkin ini juga terjadi pada para dokter yang mendedikasikan diri dan gelarnya untuk membantu sesama manusia dalam menangani pasien yang terkena penyakit Covid-19. Dokter yang bertugas sebagai gugus terdepan menyelamatkan nyawa para pasien, mereka juga harus membatasi diri untuk bertemu keluarga.

Kejadian ini menunjukkan bahwa virus Corona (Covid-19) sangat berbahaya dan disisi lain mereka harus menyelamatkan nyawa keluarga untuk tidak saling bersentuhan langsung, jangan sampai terkena virus ini, maka tak jarang mereka bertemu dibatas pagar rumah, atau mencium anak mereka melalui kaca.



Cara perawatan kesehatan dari Covid-19

Perawatan dirumah untuk orang-orang yang dicurigai atau yang sudah terkonfirmasi Covid 19 adalah:



1. Jika anda atau salah satu anggota keluarga sakit demam dan batuk, kamu harus membersihkan tangan ✋ sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau gunakan yang berbasis alkohol untuk menggosok tangan.


2. Tinggallah dirumah dan jangan kemana-mana.
- tidak  menghadiri pekerjaan, sekolah, tempat umum yang memungkinkan terjadinya kontak fisik yang menimbulkan penularan.
- istrahatlah dirumah, makan makanan yang bergizi untuk menunjang peningkatan daya tahan tubuh.
- minumlah banyak cairan. Hindari minuman dingin.


3.  Tinggal di ruang terpisah dari anggota keluarga lainnya,
* tetapi jika tidak tidak memungkinkan memakai masker medis 😷dan jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain.
* Jaga ruangan dengan baik dan jika memungkinkan gunakan kamar mandi khusus.


4. Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan siku tangan atau gunakan tisu yang dapat digunakan menutup 🤧 dan buang setelah digunakan.


5. Jika mengalami sesak nafas atau kesulitan bernafas segera hubungi fasilitas perawatan kesehatan kamu.


Orang-orang yang memberi penghormatan kepada martir yang meninggal dalam pertarungan untuk melawan penyakit covid 19 di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok tengah.



Orang yang terkena penyakit Covid-19 sangat beresiko menjadi sakit parah dan sampai meninggal dunia adalah:


1. Jika anda memiliki riwayat penyakit yang sudah ada/penyerta, misalnya:
- Penyakit Kardiovaskular
- Penyakit pernafasan kronis
- Penyakit diabetes
- Kanker

3. Orang yang menggunakan produk tembakau atau rokok dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan Covid-19.


* Tangan anda dapat membawa virus masuk ke tubuh.
* Berbagi Rokok dapat mengirimkan virus ke orang lain.

* Tembakau dapat melemahkan sistem pernafasan anda membuat anda lebih mudah terkena paparan Covid-19.


Untuk menjaga diri sendiri, keluarga dan teman-teman dari masa-masa stres, anda dapat mendorong orang-orang tetap aktif untuk melakukan aktivitas untuk tetap menjaga kesehatan. Dengan melakukan beberapa aktivitas fisik sederhana dan menyenangkan, seperti:
- membuka kelas yoga secara online
- Main musik
- Menari
- Memainkan permainan video aktif
- Coba memainkan tali
- Lakukan kekuatan otot dan latihan keseimbangan.


5 etika/ langkah menendang Covid-19


1. Jaga kebersihan ( cuci tangan sesering mungkin)
2. Etika batuk: tutup mulut anda dengan siku Anda atau gunakan tisu untuk menutup mulut saat anda batuk atau bersin. Buang tisu dan bersihkan tangan anda dengan sabun dan air mengalir.
3. Tidak menyentuh wajah ( mata, hidung dan mulut)
4.  Jaga jarak fisik minimal 1 meter
5. Tinggal dirumah jika merasa tidak sehat



Bagaimana aturan bagi orang tua/ibu yang menyusui?



Menyusui sdalah hubungan anak dengan ibu seja dini. Seorang ibu memberikan menyusui eksklusif untuk perkembangan bayinya. Oleh karena itu ibu yang terkena Covid-19 boleh menyusui dan jika ingin melakukannya, mereka harus:

1. Melatih mereka tetap menjaga kebersihan pernapasan dan menggunakan masker

2. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi

3. Rutin bersih-bersih dan mendisinfeksi permukaan.



GEJALA DAN TANDA PASIEN POSITIF VIRUS CORONA (COVID-19)


Demam adalah gejala paling umum dari Covid-19. Gejala infeksi virus corona umumnya akan berkembang dari hari ke hari. Umumnya, gejala dimulai dengan demam. Gejala itu menjadi yang paling umum terjadi pada pasien positif Covid-19 di Wuhan, China.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) China menunjukkan bahwa sekitar 80 persen kasus infeksi virus corona menimbulkan gejala ringan. Hanya sekitar 15 pasien mengalami kondisi parah dan 5 persen dengan kondisi kritis.

Gejala Infeksi Virus Corona Hari ke Hari

1.  Hari ke-1 Pasien akan mengalami demam. Pasien juga dimungkinkan mengalami rasa lelah, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil pasien mengalami diare atau mual selama satu hingga dua hari sebelumnya.

2. Hari ke-5, Pasien mungkin akan mengalami kesulitan bernapas. Keluhan ini umumnya terjadi pada orang lanjut lansia atau mereka dengan penyakit penyerta lainnya. Hari ke-7, Pada hari ke-7 umumnya pasien mulai melaporkan penyakitnya dan menjalani perawatan di rumah sakit.

3. Hari ke-8, Pada titik ini, berdasarkan laporan CDC China, pasien dengan kasus parah mengalami sindrom gangguan pernapasan akut. Penyakit ini terjadi ketika cairan memenuhi paru-paru. Kondisi ini sering kali berakibat fatal.

4. Hari ke-10, Jika gejala pasien memburuk, umumnya rumah sakit akan menyarankan untuk menjalani perawatan di ICU. Pasien dengan kondisi yang memburuk mungkin akan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan Hari ke-17, Umumnya, pasien akan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit setelah 2,5 pekan.


SEJARAH VIRUS CORONA.

Pengertian Coronavirus
Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius,

SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

HCoV-229E.

HCoV-OC43.

HCoV-NL63.

HCoV-HKU1.

SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).

MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).

2019-nCoV atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya hingga Januari 2020.

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui


Faktor Risiko Infeksi Coronavirus
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah 2019-nCoV pada Desember 2019 hingga Januari 2020.


Penyebab Infeksi Coronavirus
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:

Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).

Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.

Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.

Tinja atau feses (jarang terjadi)

Khusus untuk, novel coronavirus atau 2019-nCoV, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi 2019-nCoV juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis 2019-nCoV diduga bersumber dari hewan. Virus corona  2019-nCoV merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.

Gejala Infeksi Coronavirus
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

1️⃣Hidung beringus.
2️⃣Sakit kepala.
3️⃣Batuk
4️⃣Sakit tenggorokan.
5️⃣Demam.
6️⃣Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan gejala seperti:
1️⃣Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
2️⃣Batuk dengan lendir.
3️⃣Sesak napas.
4️⃣Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

Diagnosis Infeksi Coronavirus
Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya.  Untuk kasus yang diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.


Komplikasi Infeksi Coronavirus  

Virus corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan komplikasi pneumonia, dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan kegagalan pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian.

Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Pengobatan Infeksi Coronavirus
Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

☑️Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.

☑️Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

☑️Perbanyak istirahat.

☑️Peebanyak asupan cairan tubuh.

☑️Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi novel coronavirus, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien.

Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke Rumah Sakit Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan:

☑️Isolasi

☑️Serial foto toraks sesuai indikasi.

☑️Terapi simptomatik.

☑️Terapi cairan.

☑️Ventilator mekanik (bila gagal napas)

☑️Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.


Pencegahan Infeksi Coronavirus.

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan:

☑️Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

☑️Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.

☑️Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

☑️Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.

☑️Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.

☑️Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.

☑️Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

☑️Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.



Kapan Harus ke Dokter?


Jika gejala-gejala infeksi virus corona tak kunjung membaik dalam hitungan hari, atau gejalanya semakin berkembang, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat, bisa meningkatkan peluang kesembuhan infeksi virus tersebut.



Gejala dan Dampak Dari CoronaVirus (Covid-19) Bagaimana Pencegahan dan Cara Menghadapi. Gejala dan Dampak Dari CoronaVirus (Covid-19) Bagaimana Pencegahan dan Cara Menghadapi. Reviewed by Risda Nababan on April 08, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.