Kamu Termasuk Diantara Type Orang Seperti Apa Saat Di Media Sosial? Mungkinkah Kamu Termasuk Tipe Ini


Kamu Termasuk  Diantara Type Orang Seperti Apa  Saat Di Media Sosial? - Bagi sebagian orang, media sosial dianggap menjadi teman curhat terbaiknya saat terjadi sesuatu dengan, baik perasaan maupun pikirannya. Bagi mereka, hal itu ada beberapa alasan yang mendasari kenapa mereka memilih media sosial tersebut. Memang ada hal positif yang diberikan terhadap penggunanya. 

Diantara banyak manusia yang memilih media sosial untuk mencurahkan perasaannya, disebabkan tidak ada/keterbatasan tempat yang mewadahi mereka untuk menyampaikan isi di kepalanya dan isi hatinya kepada orang tertentu. Jadi memilih menyampaikan di media sosial untuk mewakili dirinya. Itu Jelas.

Selain menganggap aspek yang mendukung, bisa juga buat menarik perhatian khalayak ramai. Setidaknya ada support dari pembaca untuk memberikan yel-yel untuk memanaskan suasana. Semakin panas maka semakin semangat.

Ada baiknya sebelum sampai kepada pembahasan, coba periksa konten-konten media sosial anda. Jangan-jangan Anda salah satu pengguna media sosial yang termasuk tipe pengguna dibawah. Dan ada kemungkinan anda sebenarnya tidak menyadari kenapa anda harus menuliskan/ curhatan atau melakukan sesuatu terhadap media sosial anda.

Berikut ini tipe orang yang sering di jumpai di media sosial.


1. Mungkin saja anda termasuk salah satu manusia lugu.


Tidak semua orang paham apa yang dia tulis di status media sosialnya. Mungkin saja cuma ikut-ikutan trending karena semua teman-teman pada buat status, entar dianggap sudah menghapus jejak dari dunia ini. Walaupun hanya sekedar absen di dunia media sosial masih bisa memastikan dirinya bahwa dia baik-baik saja.

Terbukti, orang lugu sering dimanfaatin oleh orang-orang berduit yang punya kepentingan. Orang yang punya kepentingan, dibilang pintar, enggak juga. Lebih tepatnya adalah aroma kerakusan.  Si lugu juga mau-mau aja disuruh buat begini, mau-mau aja. Tipe ini hanya uang yang dipikirkan  Yang penting uang mengalir, masalah dampaknya urusan belakangan. Di kira hidup ini hanya seukuran baskom.

Paling gampang memang, memanfaatkan tipe lugu ini. Dunianya masih sempit. Belum melebar kemana-mana. Boleh saja hp smart, belum tentu pengguna smart.

Memang terbukti: banyak status yang tidak jelas yang di unggah ke media sosial walaupun tidak tahu apa gunanya tulisan itu. Cuma nulis/posting, itu saja padahal gunanya tidak ada



2.  Tipe orang yang ingin sekedar pamer kepada teman-teman.



Eksis sekedar pamer

Takut kalah pamor iya kan. Si Komo buat status hp baru anda pun tidak mau ketinggalan. Rela berantam sama suami atau orang tua demi nafsu pamer. Segitunyakah modal kehidupan itu! Tidak enak tersaingi, itu bagi sebagian orang. Nyesek rasanya. Dipaksakan buat beli sesuatu walaupun sebenarnya tidak penting, tetapi karena si Polan beli tas baru, gengsi kalau ketinggalan. Yang penting jangan sampai kalah persaingan. Jatuh harga diri gue. 

Apakah Anda Type seperti itu? 🎶 Jujur saja kalau kau tak mampu🎶
Ada orang upload sesuatu agar orang lain terkesima lalu memuji anda. 
Ada yang memberikan "like dan komen": wah, barangnya bagus, bla..bla...bla.
Senang? Ya senang dong...

Jangan bangga dengan semua pujian, sanjungan, bisa saja itu awal kehancuran. Bisa lupa diri kamu. Banyak pengintai di media sosial yang lebih ganas. Rasa pamer akan mengubah fokus seseorang sehingga melupakan apa yang sebenarnya lebih urgen bagi kehidupan dan orang di sekitarnya ketimbang memelihara tipe ke-pamer-an yang menimbulkan kecemburuan sosial.




3. Tipe orang yang meneror.


Apa yang melakoni seseorang menumpahkan teror? Ialah kecemburuan dan kebencian. Kecemburuan dan kebencian ibarat api dalam sekam. Gejolaknya tidak kelihatan, tapi panasnya membara. Orang Type ini sering menggunakan akun media sosial sebagai modal adu keberanian. Padahal hanya dengan menggunakan akun palsu. Gelagatnya seorang jagoan tidak tahunya bukanlah seorang pemberani. Hanya pecundang yang ingin adu jotos di balik persembunyian. Hanya pecundang yang pura-pura berani. Dibalik itu, takut juga jadi sasaran publik apalagi sampai diancam untuk dilaporkan.


Yah, bagaimana lagi. Sebagai seorang Type peneror, biasanya hanya berani di belakang layar. Nyatanya, saat berhadapan, melempam kayak kerupuk nyemplung ke air, pura-pura khilaf. Ujungnya minta maaf, itu doang.... Itu kayak seseorang yang tiba-tiba teriak-teriak di pekarangan rumah orang, pas si bapak keluar, mingkem. Ada juga sengaja masuk rumah/lapak orang tanpa minta izin, eh tahu-tahu langsung buang sampah.
Pengen disumpal tuh orang pakai galon.
Ada juga menggunakan akun asli. Berharap menakut-nakuti orang lain. Eh, pas sudah diangkat ke permukaan/publik, langsung ciut hapus akun. Bukan orang yang takut, malah pemilik akun palsu lari terbirit-birit sambil terkencing-kencing. Berani cuma gertak, setelah itu malah kebalikannya.




4. Tipe orang ingin selalu diperhatikan.


Yakin ingin diperhatikan? Type ini, apa-apa ingin dimasukkan ke medsos. Bingung juga apa yang mau di jual disana. Hanya ingin supaya cari perhatian dari publik supaya statusnya dan akunnya di perhatikan. Sejujurnya, pembaca pun tidak mendapat apa-apa dari sana.

Memang kayaknya type orang jenis ini, adalah orang yang kurang perhatian dari orang tua, suami/istri atau siapa saja yang diharapkan memberikan perhatian itu dari padanya. Ngarap banget! Terlalu jauh ke dunia media sosial mengharapkan perhatian. Cari saja disekitar rumah, pasti ada, asalkan prinsip tabur tuai dijalankan dengan baik. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan juga. Kebaikan bisa bersumber dari siapa saja, asalkan ada benih yang sudah ditaburkan.

Malahan, mencari perhatian ditempat yang salah, akan membuat orang tersebut kecewa. Yah, namanya juga ditabur ditempat salah, ingin menuai dari tempat yang salah? Dunia maya (kebanyakan) sandiwara. Sama saja mengharap angin. Emang ada yang kasih perhatian kepada yang jauh dimata, jauh juga di hati?



5. Type orang yang selalu ingin melampiaskan kekesalan dan kemarahan.

Kemarahan

Coba periksa status anda, apa saja isinya. Jangan-jangan sampah saja berserakan. Atau status anda bersih karena tidak ada ide cemerlang sama sekali disana. Yang ada adalah kritik yang melampiskan kekesalan dan kemarahan kepada orang lain. Misalnya: kepada kepada daerah atau kepala Negara, Pemimpin gereja atau siapa saja. Anehnya, type orang ini  sebenarnya tidak tahu porsinya sebagai apa. Hanya ikut-ikutan sebagai pecundang seakan menjadi pahlawan. Karena Media sosial lagi ramai, ikut saja karena didasari emosi serta kebodohan yang hakiki. Diluar itu tidak ada status yang pernah bisa di tulis sebagai pengetahuan atau inspirasi setidaknya untuk pengetahuan dan penguatan selain kekesalan dan kemarahan. 




6. Tipe orang yang senang mengkritik dan mengatai (penggosip) makin digosok nakin sip. Padahal orang lain yang digosipin sekalipun tidak dikenalnya. Nafsu lebih gede dari tingkat kewarasan.

Tukang rumpi
Credit: over25channel

Kelihatannya lumrah jika menggosip di media sosial. Tetapi jangan terkecoh karena wadahnya di media sosial. Media sosial itu jahat jika tidak mampu mengendalikannya. Termasuk anda sesungguhnya jahat, karena menggosipkan orang di dunia Maya yang jahatnya luar biasa karena ada anda disana😁😁😁.

Ada yang tidak puas menggosip di dunia nyata, mungkin karena sudah kesorean gosipnya, suaminya keburu pulang dari kantor atau pekerjaan, maka segera harus ditutup takut kena marah. Sebagian para pria tidak suka kalau istrinya sibuk buka forum gosip. Kendati demikian, ada juga pria lebih ember dari ember. Hobby menggosip dan jumlahnya pun tidak kalah saing dengan wanita. Laki-laki demikian, coba terbuat apa? Hanya Tuhan dan dirinya yang tahu😆😆. 

Menyambung, gosip dunia nyata alias mungkin sama tetangga yang tidak sempat tuntas. Ini ibarat hubungan yang lagi hot tapi tak sampai puncaknya. Tanggung itu kagak enak🤪🤪. Lalu berlanjut ke monitor. Kira-kira bunyinya seperti ini: Iya jeng, jadi gimana yang tadi itu? Si tetangga pura-pura lupa untuk basa-basi. 
yang mana? 
yang itu...tuh... Mpok Desi (jangan tersinggung ya yang bernama Ratna, karena yang saya sebut Desi dan ini hanya spontan saja) 
oh,,, itu... 
Iya, jadi gini ceritanya, lanjut deh...
Dasar tukang gosip.


7. Tipe orang yang suka berbagi: pengalaman, pengetahuan, inspirasi.


Wisata dengan sepeda gayuh
Credit : bhraanthi

Type orang seperti ini adalah type orang yang menguntungkan. Sekalipun tidak tahu apa motivasi dibalik kerelaannya yang rela memberikan waktunya untuk membuat beberapa tulisan/ konten. Tapi setidaknya sudah memberikan sedikit banyak pencerahan dan motivasi. Sudah dengan bersedia berbagi. Dibalik orang lain yang membaca terberkati atau tidak, namun orang yang suka berbagi, ada baiknya diapresiasi. 

Apresiasi pembaca membuat orang tersebut lebih semangat untuk terus menyuguhkan sesuatu yang baru yang berguna bagi khalayak banyak.

Meskipun orang yang mau berbagi pengalaman, inspirasi dan pengetahuan sering mendapat hujatan dan cacian, itu hal biasa dalam dunia perkomentaran dan dunia perpolitikan, hehehhe... mkasudnya dunia kebaikan. 

Berbuat baik dengan menyampaikan pandangan (motivasi, inspirasi, pengalaman, pengetahuan) sering dianggap cari muka dan sering juga disebut sebagai buzzer. Ada yang menyebut untuk cari nafkah, ada yang sebut jilat pantat, ada yang sebut anjingnya A. Ah... Pokoknya macam-macam dan aneh-aneh.

Penilaian ini bukan standard bagi orang lain untuk melakukan apa yang bisa dilakukan. Terutama menyangkut kebaikan. Masa bodoh dengan ketololan orang tolol. Dalam dunia selalu terdapat pro dan kontra. Anda kasih saja panggung kepada mereka untuk menunjukkan kebodohan tersebut. 

Orang, banyak tidak paham bahwa jiwanya disana. Kembali lagi, kan hanya Tuhan dan dirinya yang tahu motivasinya. Yang penting yang disampaikan dalam statusnya adalah sebuah kebaikan untuk membuka mata orang supaya banyak yang mendapat kebaikan. Salahnya dimana? Oh, salahnya karena anda tidak bisa seperti mereka.




8. Tipe Orang Tanpa ide selain hanya pengganti foto profil


Beberapa akun yang pernah mampir di laman media sosial saya, termasuk akun (saya tidak bilang orang, karena kadang yang datang tidak jelas) yang ingin meminta pertemanan  (Add) di akun saya. Apakah anda setuju, bahwa ketika anda membuka akun baru anda, itu sama dengan memposting sedikit banyak tentang kehidupan anda disana. Paling tidak akun anda akan mewakili kehidupan keseharian anda. Kecuali kalau latar belakang anda seorang penipu. Maka akan terus mencoba menipu dan memanipulasi orang lain dengan berpura-pura jadi orang lain.


Saya terus belajar menjadi diri saya sendiri dengan belajar tentang kejujuran. Oleh karena itu, mencari teman pun entah dari planet mana ia berasal, perlu dan penting sekali sebelum menerima pertemanan, harus tahu dulu dia siapa. Mana Tahu hantu gentayangan yang menyamar jadi manusia tiba-tiba buka media sosial lalu tiba-tiba minta pertemanan. sorry to say, saya tidak mau berteman sama hantu gentayangan apalagi setan.


Sebelum memutuskan untuk berteman, yang saya periksa bukan orangnya, tapi buah pikirannya. Lah kalau buah pikirannya misalnya rusak, buat apa saya terima pertemanan dengan orang buah yang rusak. Bukankan itu akan menjadi sampah? Kalau sudah tahu sampah, buang saja langsung ketempatnya. Jangan diterima.

Sekalipun bungkusnya rapi, kalau isinya sampah, buat apa? eya kan? Kalau tidak ada yang bisa dilihat dari sana, biarkan dulu (tidak terima) sambil menunggu waktu siapa tahu karena dia belum dapat wangsit. Setelah menunggu berbulan-bulan tetap sama dan yang ada hanya ganti-ganti foto profil doang, sudah, abaikan saja bila perlu hapus. 

Kalau punya akun, cuma hanya pajang photo, ganti-ganti foto-foto, lebih baik tidak usah buat akun. Cuma sekedar photo, bejibun di media sosial.



9. Tipe pencuri

Pernah, suatu kali seorang teman di Facebook, mengungkapkan kekesalan di akunnya pada seseorang yang sengaja mencopy - paste tulisannya. Lalu memposting di akun pribadinya (pencuri - katanya) sebab tanpa melampirkan nama penulis disana dihasil copasnya tersebut). 

Wajar mungkin penulis tersebut marah, bagaimana pun, ide kreatifnya seolah tidak dihargai. Seandainya orang yang copas mencantumkan nama penulis atau melampirkan link facebook pemilik tulisan disana, akan berbeda reaksinya. Justru dalam hal inilah apa yang di sebut hak paten berlaku demi melindungi hak cipta dari konten-konten yang beredar.

Namanya saja pencuri, mana mengerti hak cipta, hak paten. Yang dia tahu bagaimana milik orang lain jadi miliknya. Tanpa peduli, bagaimana orang yang membuat tulisan itu dengan berpikir keras supaya hasilnya mantap dibaca. Eh, enggak tahunya ada akun lain yang sengaja mencaplok ke akun pribadinya. Seolah, akan terlihat itu idenya sendiri, tidak tahunya, orang kerja keras yang membuatnya. Jangan dikira membuat konten itu selalu gampang. Coba aja sendiri, kalau tidak kebas seluruh tangan anda. Kalau tidak sedang dalam konsentrasi penuh, 1 minggu bisa tidak kelar-kelar.

Ini lagi yang lebih parah....
Mencoba berpura-pura untuk jualan online, namun tujuannya buat menipu orang yang berniat membeli barang jualannya. Setelah dilakukan transfer uang, barang pun tidak kunjung tiba. tidak tahunya hanya kedok jualan online supaya bisa lancar melancarkan aksinya. Calon pembeli hanya dapat zonk.

Hal ini juga berlaku bagi arisan online dan pinjaman online. Banyak hanya berkedok, tahunya hanya untuk mencuri dan menipu. Janganlah anda termasuk dalam hal ini. Bekerjalah sungguh-sungguh jika ingin makan. Jangan keterlaluan hidup itu ya....



10. Tipe orang pembagi/share postingan orang lain

Tipe pembagi postingan lebih terhormat dari pada pencuri konten. Tipe seperti ini, paling tidak sudah ikut berkontribusi membantu untuk mengenalkan ide seseorang kepada orang lain walaupun tanpa disuruh dan tanpa imbalan. Walaupun tujuannya untuk sekedar menyimpan postingan, bila suatu saat diperlukan tapi orang lain terbantu. Menurut sebagian orang akan lebih mudah mencari dan membukanya jika diperlukan sebagai inspirasi kelak. 

Contohnya:
Kalau wanita terutama kaum ibu, paling suka membagikan konten resep masakan, yang berhubungan dengan bayi dan anak-anak. Atau sengaja menyimpan model pakaian untuk pembuatan model pakaian. Ada juga info kesehatan. Apa yang dikira penting bagi dirinya akan di share.

Tidak masalah, asalkan tidak merugikan orang lain. Setiap orang dalam memutuskan menggunakan media sosial pasti ada tujuannya. Meski sekedar narsis dan ikut-ikutan. Makanya tidak jarang banyak akun media sosial yang tidak jelas. Seperti yang sudah dijelaskan diatas.



11. Tipe orang peng-AMIN.

Tipe ini ada diantara: 
- Responsif
- Lugu
- Bodoh
- Gagal paham
- Latah.
- bingung (bingung tulis apa ikut aja yang sudah keduluan.

Kadang suka senyum sinis, lihat perilaku orang yang suka meng-AMIN-kan setiap postingan. Padahal kalau diteliti  isi postingan tidak ada yang harus diaminkan. Kayak kerbau kena cucuk hidungnya, dikasih tali lalu bisa dikendalikan. Di tulis, tolong diaminkan. Lalu rame-rame rilis Samin...

Kalau mau aminkan sesuatu, mbok ya baca dulu isinya. Sembarang saja aminkan padahal tidak tahu kebaikan apa yang terdapat disana. Sama juga bagi orang yang suka like. Belum dibaca tapi sudah main like-like aja. Eh... Dodoeee.

Nah, sudah tahu sekarang kamu tipe yang mana diantara pengguna media sosial. Jangan cuma online saja, tanpa tahu kamu siapa dalam media sosial.

Sebenarnya masih banyak tipe manusia dalam media sosial. Dari yang ahli dari yang ahli, yang pintar dari yang pintar. Semuanya lengkap.
Yang sok pintar juga ada. Tinggal anda saja yang menambahkan jika itu termasuk salah satu diantaranya. Kolom komentar tersedia untuk anda.🤪🤪🤪🤪
Loh, kok tidak ada Type orang bodoh? Iya memang, itu pengecualian. Kalau nanti di tulis banyak yang tersinggung. Karena sangat banyak bahkan tidak terhitung jumlahnya. 




Kamu Termasuk Diantara Type Orang Seperti Apa Saat Di Media Sosial? Mungkinkah Kamu Termasuk Tipe Ini Kamu Termasuk  Diantara Type Orang Seperti Apa  Saat Di Media Sosial? Mungkinkah Kamu Termasuk Tipe Ini Reviewed by Risda Nababan on April 24, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.