Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Alasan Kamu Harus Buru-buru Hamil Dan Punya Anak

Hamil

 Pasangan pengantin baru harus buru-buru Hamil dan memiliki anak. Tak perlu ada acara penundaan dengan alasan persiapan dulu, dengan sengaja tidak mau hamil karena masih ingin membangun karir dulu, masih repot, masih ingin merasakan pacaran dulu, atau beranggapan masih terlalu muda untuk menimang bayi, masih mau ini dan itu. 


Ada 7 alasan yang wajib pembaca ketahui mengapa pasangan yang baru menikah harus buru-buru Hamil dan punya anak? Ini berkenaan dengan keadaan dimasyarakat yang menuntut pasangan sekalipun masih baru menikah harus memutuskan untuk segera hamil. 


Beberapa peristiwa ini mungkin terjadi dan dialami oleh beberapa pasangan yang terlambat hamil dan itu biasanya sudah sering terjadi di semua kalangan. Maka 7 alasan mengapa anda harus buru-buru Hamil dan memiliki anak, perlu anda ketahui, supaya pasangan yang ingin menikah tahu resiko yang terjadi saat hal itu menimpa anda. Tidak ada pasangan yang menginginkan itu terjadi. 7 alasan itu adalah:

Baca juga :Resiko tinggal serumah dengan mertua

1. Orang tua / mertua fokusnya cucu.

Testpack kehamilan


 Orang tua jika sudah menikahkan anaknya, akan buru-buru ingin segera menimang cucu. Mereka lebih heboh untuk soal cucu dari pada orang tua yang akan melahirkannya bagi mereka. Mereka akan menunggu si anak atau menantu memberikan kabar baik, yang tidak sabar itu mereka para orang tua. Padahal anak dan menantu biasa saja. 


2. Orang tua butuh mainan baru.

Mainan baru untuk ibu dan mertua

Saat anda menikah, orang tua menganggap bahwa anaknya sudah meninggalkannya. Sebagai ganti kesedihannya ia butuh mainan baru. Orang tua berpikir, anda yang telah menikah dengan anaknya merasa bahwa telah merampas dan mengambil anaknya dari tangannya kendati di satu sisi adalah merupakan sebuah kebahagiaan karena sudah melepaskan satu tanggung jawab kepada orang lain yang dianggap dapat bertanggung jawab terhadap anak yang dilahirkannya. 


Sebagai penghibur mereka untuk mengembalikan kembali kebahagiaan yang anda ambil, maka anda harus memberikan hadiah terbaik, yaitu mainan baru. Segera kasih mereka kabar bahwa anda akan segera memberikan cucu bagi mereka.


3. Memberikan sebuah penyakit bagi orang tua.

Orang tua akan rajin bertanya kepada anak menantu, sudah adakah yang di tunggu? Kalau belum, orang tua akan mencarikan tempat yang dapat mendukung keinginannya mendapat cucu. Orang tua akan rajin mencari tempat pengobatan yang paling baik, dokter kandungan terbaik. Bahkan tukang urut terbaik sampai ke dukun pun dilakukan kalau sudah kelamaan. Orang tua mencari tempat pengobatan yang dianggap berpeluang agar anak dan menantunya cepat hamil dan punya anak.


Anak-menantu yang belum bisa hamil sekalipun sudah bertahun-tahun menikah akan menjadi sebuah penyakit baru bagi orang tua. Anaknya tidak dikarunia anak, orang tua yang sakit. Bukan hanya anak atau menantu yang sakit saat orang lain melempar pertanyaan "kapan punya anak?", sudah berapa tahun menikah? Sudah berapa umurnya? Sudah berobat kemana? 

Orang tua atau mertua juga seperti dikasih penyakit baru yang susah di obati. Hanya akan sembuh jika cucu sudah dapat.


4. Orang tua atau mertua akan sering mengeluh di depan anda.


Ada banyak orang tua terutama mertua yang merasa mendapat tekanan baru saat anak atau menantunya belum dikasih kabar kehamilan. Imbasnya, Anda akan sering mendengar orang tua "mengeluh" atau paling sering "mertua" yang mengeluhkan bahwa anak atau menantunya belum juga hamil. "Aah.. tidak tahu kapan ini kasih cucu buat aku!"

Biasanya lawan bicara akan menyuruh berobat kemana gitu!


Orang tua atau mertua tidak pernah berpikir " bahwa helaan nafas panjang dan keluhan mereka" menjadi beban bagi anak atau menantu perempuan anda. 


5. Anda akan "diberi gelar kehormatan" baru " tidak dan mandul.


Bukan sebagai "nyonya" gelar kehormatan yang diberikan kepada anda. Utamanya bagi perempuan, sebelum anda dikarunia garis dua, anda akan dianggap sebagai orang yang bersalah. Orang yang paling salah disini karena dianggap tidak sehat bahkan mandul. Tak heran karena kiblat kegagalan mertua dapat cucu, itu selalu diarahkan kepada menantu perempuan.


Kadang orang tua atau mertua tidak tahu duduk perkara anak - menantunya tapi mudah menyalahkan salah satunya. Korbannya ya justru perempuan. Justru di sini sangat kelihatan ketidakfairan orang tua atau mertua dalam menyikapi masalah anak dan menantu. Kesalahan hanya diarahkan pada perempuan padahal belum tentu juga, bisa jadi penyebab tidak bisa hamil karena laki-laki lah yang bermasalah.


6. Anda akan dicuekin dan sering diabaikan.

Tidak ada yang bisa menolak fakta ini. Nyatanya, mertua tidak butuh menantu, yang di butuhkan adalah cucu. Beberapa kali bahkan sering, anda akan menjumpai menantu terlempar jauh ketika anda pulang ke rumah mertua. 

Ketika anda masih berstatus "menantu baru" dirumah, anda masih merasakan sambutan kehangatan dari mertua. Sudah berjalan setahun keatas tetapi belum juga garis dua, belum juga hamil dan belum memiliki anak, mertua akan sinis pada anda. Kalau bisa langsung suruh anaknya nikah lagi biar bisa memberikan cucu.

Baca jugaTips hemat liburan keluarga besar


7. Siap ditinggal dan diceraikan.

Selain dari mertua yang tidak bisa jadi andalan bagaimana cara menjaga pernikahan tetap bertahan meskipun tidak ada anak, sebaliknya, mertua-lah salah satu penghancur rumah tangga penyebab perceraian anaknya. 


Orang tua seringkali menjadi tokoh penting dalam perusak rumah tangga anak. Orang tua tidak segan mengompori anaknya, sengaja singgung sana singgung sini, agar anaknya dibuat tidak nyaman dengan ketiadaan anak dalam keluarganya.


Banyak orang tua yang "sudah berhasil" memisahkan anak dari menantunya, menghancurkan pernikahan anaknya dengan menantu, lalu dengan sengaja dan dalam kesadaran penuh membawa perempuan asing masuk kedalam pernikahan anaknya. 

Tidak ada kata "sabar" dalam kamus mertua jika itu menyangkut masalah anak. 


Sebaik apapun anda kepada mertua, itu tidak akan cukup sebagai senjata untuk anda agar tetap bisa bertahan dalam pernikahan. Tapi sejahat apapun anda sama mertua, suami anda tidak akan berani menceraikan anda dengan alasan "demi anak".


Sebelum anda menikah berbenahlah dengan rajin jaga kesehatan. Jaga kesuburan anda, sehingga begitu nikah langsung hamil. Tak perlu di DP dulu... Karena anda bukan barang kreditan. 


Post a Comment for "7 Alasan Kamu Harus Buru-buru Hamil Dan Punya Anak "