ATASI KRISIS KEUANGAN KAMU SECARA CERMAT DENGAN CARA INI

Credits: easylifeplanners


"Susah cari uang" itulah kalimat yang sering keluar dari mulut saya sebagai tanda bahwa saya sangat menentang pemborosan. Sebisa mungkin harus menghindari pemborosan,  berusaha mengendalikan keuangan dengan baik, berusaha mengatasi krisis keuangan secara cermat kalau tidak ingin mengalami masalah. Uang adalah pendukung arus  transaksi kebutuhan umat manusia. Oleh sebab itu uang sangat dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari. Zaman dulu mata uang belum ada. Sebagai pengganti alat transaksi masih menggunakan sistem barter atau pertukaran barang dengan barang. 

Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, para ahli  mulai menemukan system pembayaran yang sah. Untuk bertransaksi tidak lagi menggunakan barang untuk ditukarkan dengan barang lain sesuai kebutuhan. Cukup dengan uang sah semua kebutuhan terpenuhi.

Pentingnya uang dalam bertransaksi menuntut semua orang berusaha mendapatkannya. Tidak ada batasan usia. Sumbernya pun berbeda-beda.

Dari pengakuan mulut banyak orang, zaman sekarang mendapatkan uang tidak semudah zaman dulu. Kerja keras saja tidak cukup untuk menghantar seseorang untuk bisa memperoleh pundi-pundi keuangan yang mapan sesuai harapan yang mampu memberi penghidupan yang layak bagi dirinya maupun keluarganya. Perlu keahlian yang mumpuni dan kecerdasan intelektual untuk sampai kesana.  Belum lagi   ketatnya persaingan untuk  dapat kesempatan memperoleh pekerjaan akibat ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah penduduk  saat ini. Setiap tahun ribuan bahkan puluhan ribu lulusan sekolah dan akademi siap bertarung demi mendapatkan pekerjaan.

Melihat fenomena ini, ketatnya persaingan baik dalam bisnis dan pekerjaan berdampak pada sulitnya mendapatkan uang. Setiap orang harus cerdas untuk mengelola keuangan terutama pengeluaran, jangan sampai bocor, karena sedikit saja salah penempatan maka akan berpengaruh pada keuangan keluarga.
Untuk menghindari krisis keuangan kamu harus mengatur keuangan dengan baik.


1. Rajin Menabung.


Credit: aunt.kara

Menabung salah satu cara jitu menghindari krisis keuangan yang lazim dilakukan. Selama itu rutin dilakukan maka untu mengalami krisis sangat kecil. Dengan pola ini anda telah menyelamatkan keuangan.

Banyak orang mengeluhkan gaji kecil. Masalah ini  sering kali digunakan sebagai alasan untuk tidak bisa menabung.  Padahal jika sudah diniatkan, walau dalam keadaan terpaksa pasti bisa karena seberapa pun rupiah yang disisihkan akan sangat berarti nantinya. Jenis perencanaan tabungan pun beragam, tinggal disesuaikan dengan kemampuan. Dengan demikian anda telah mengamankan keuangan dengan tepat dari konsumsi yang berlebihan.


2. Ciptakan lapangan pekerjaan untuk menambah sumber penghasilan.


Semua orang mengharapkan gaji besar dan uang banyak, tetapi tidak semua orang telah mengalaminya. Jelas terlihat banyaknya orang kurang mampu disekitar kita. Bahkan dari penetapan UMP/UMR dibeberapa daerah masih rendah, jauh dari kata sejahtera. Di samping itu, masih ada perusahaan menggaji karyawan dibawah upah minimum ( UMR/UMP) tergantung jenis usaha dimana bekerja. 

Jadi, bila diperhitungkan, untuk hidup mapan masih sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa. Caranya adalah harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sebagai pekerjaan tambahan supaya dapat  pemasukan tambahan. Jangan hanya berpatokan pada gaji semata. Usahakan ada pintu lain sebagai  sumber penghasilan lain. Dengan begitulah anda bisa mengalami kemajuan finansial.  

Gaji pas-pasan bukan lagi alasan untuk tidak bisa menikmati hidup lebih baik. Pekerjaan tambahan usahakan bisa mengcover pengeluaran lain--lain. Lebih baik lagi kalau punya usaha sendiri jadi  tidak perlu kerja sama orang. Jenis usaha dapat ditentukan sesuai kemampuan, misalnya bisnis online, jualan jajanan, menulis, freelance, handicrafter.


3. Menghemat pengeluaran


Credits: jen_plans


Berapapun jumlah penghasilan bila tidak bisa berhemat akan bablas juga. Seperti pepatah mengatakan: hemat pangkal kaya. Hemat tidak sama dengan pelit lho ya!. Harap dibedakan. Hemat lebih kepada cara pengelolaan uang secara benar dan tepat. Porsi penggunaanya tepat  -  tidak berlebihan.

Uang memang tidak bernyawa, tidak bergerak namun sekalipun tidak bergerak banyak orang stres karenanya. Uang tidak dapat berbicara, tetapi uang dapat memerintah dan memperbudak si empunya dan menjadikannya sebagai hamba. 

Setiap orang harus menyadari  posisinya sebagai Tuan atas uang. Yang berhak memerintah adalah si empunya bukan uangnya.  Tuan (empunya)  harus cakap dalam mengendalikan uang (nya) supaya benda yang tidak bergerak ini bisa aman.

Uang jika tidak dikelola dengan baik, tidak ada penghematan, berapa pun penghasilan bisa saja selalu kekurangan.
Perlu belajar penanganan yang baik dalam menggunakan uang kepada hal-hal yang berguna saja dan jangan menghambur-hamburkannya. Jika hari ini berlebih, jangan cari cara menghabiskan, jadikan tambahan tabungan.


4.  Belajar Mencukupkan diri


mengontrol dan mencukupkan diri cara mengatasi krisis keuangan
mencukupkan diri

Harus diakui, dunia ini menawarkan  begitu banyak keindahan yang membuat mata tergoda untuk menikmatinya. Oke. Itu wajar dan silahkan nikmati bila mampu, karena setiap orang menyukai keindahan dan kebahagiaan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai memaksakan sesuatu yang belum mampu digapai. Akibat memaksakan diri banyak orang terseret kedalam masalah yang rumit. Coba kalau saja bisa menahan diri, tidak perlu terbebani masalah uang. Jangan korbankan masa depan dengan gengsi hanya supaya mendapat pengakuan sebagai orang berduit.


Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu, maka hidupmu akan terhindar dari masalah dan penderitaan

Belajar mencukupkan diri sesuai kapasitas keuangan mampu menghindari anda dari krisis keuangan. Jika belum mampu dapat uang banyak berusahalah mendapatkannya dengan cara yang layak dan benar . Tetaplah jadi diri sendiri dan miliki prinsip supaya tidak mudah tergoda. Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu, maka hidupmu akan terhindar dari masalah keuangan. Dengan begitu Kamu bisa menikmati hari-harimu dengan tenang dan merdeka.


5. Hindari Berhutang demi konsumsi yang berlebih-lebihan.



Credit : theincomeincubator

Jika utang membuat hidupmu tidak bisa tenang sebaiknya jangan berhutang. Hutang bisa menimbulkan ketakutan, kekuatiran sampai stres, tidur  tidak nyenyak karena dibayangi debt kolektor sampai ada yang mengakhiri hidupnya.

Sebaiknya yang tidak tahan stres dipikir panjang dulu sebelum memutuskan meminjam. Sebisa dan semampu mungkin selesaikanlah masalah keuangan anda tanpa berhutang.  Tetapi jika menyangkut investasi berupa tanah, rumah, apartemen, kendaraan karena tidak semua orang mampu membeli dengan cara tunai/kontan, bolehlah beli kredit asal mampu bayar tidak masalah. Kolkulasikan pendapatan dengan cicilan perbulannya dengan cermat supaya tidak mengalami masalah ditengah jalan.
Yang tidak disarankan jika berhutang untuk trend shopping. Tetaplah merdeka dan bukan jadi hamba uang.

Ingat!  Keberhasilan tidak ditentukan seberapa banyak  uang yang di kelola, melainkan seberapa bijak mengaturnya. Kebiasaan konsumtif memaksa seseorang berhutang.


Ke-5 cara mengatasi krisis keuangan diatas bila dijalankan dengan cermat, maka anda akan terhindar dari krisis keuangan. Jangan ikut ambil bagian dalam kesusahan dan penderitaan bersama dengan orang-orang yang sudah terlanjur mengalami  akibat kecerobohan dan kurangnya pengetahuan cara  mengelola keuangan yang baik. Bagi yang sudah terlanjur, masih ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya.


ATASI KRISIS KEUANGAN KAMU SECARA CERMAT DENGAN CARA INI ATASI KRISIS KEUANGAN KAMU SECARA CERMAT DENGAN CARA INI Reviewed by Risda Nababan on April 15, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.