Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanya jawab: Bolehkah Kalau Sudah Menikah' Curhat-curhatan Sama Mantan?

Chating dengan mantan?

Bolehkah kalau sudah menikah curhat-curhatan sama mantan? Apakah kamu masih sering melakukan chat dengan mantan ketika sudah selesai acara nikahan? Barangkali ada yang pernah melakukan hal tersebut ketika sudah melangsungkan acara akad nikah. Padahal sudah resmi berstatus istri / suami orang tapi masih saja ingatannya sama mantan.


 Ada konsekuensi melepas masa lajang. Paling tidak yang utama adalah tidak lagi bisa sembarang berhubungan dengan lawan jenis walaupun hanya sebatas chating-chatingan di media sosial. Harus dan harus dihindari. Apalagi itu menyangkut mantan yang seyogyanya adalah masa lalu. Iya sih masa lalu tetap masa lalu. Tapi dalam masa lalu ada kejadian-kejadian yang bisa dikenang sehingga ada keinginan untuk mengulangnya kembali.


 Beralih memilih status menikah dan menanggalkan status lajang adalah pilihan. Konsekuensinya adalah melepaskan banyak hal. Yang jadi pertanyaan kali ini adalah bolehkah yang sudah menikah curhat-curhatan dichat dengan mantan?


Banyak yang berpikir kalau sudah menikah sudah aman. Setidaknya satu masalah satu beban sudah hilang. Tidak lagi mendengar pertanyaan kapan akan menikah, sudah punya pacar belum? Cepat-cepatlah nikah nanti keburu tua!  Namun demikian setelah pernikahan banyak yang tidak langsung menyadari bahwa dirinya sudah menikah sudah menjadi milik orang lain sehingga tidak segan-segan ketika mantan menghubungi langsung saja diterima. 


Dalam menikah ada batasan yang tidak baik dilakukan. Bukan masalah boleh tidak boleh. Boleh atau tidak tergantung kalian berpikir boleh atau tidak setelah memikirkan apa dampak dan resikonya. Pantas atau tidak. Tapi lazimnya bagaimana menjaga pasangan supaya tidak marah atau menimbulkan kecemburuan. Itu yang harus diperhatikan dan menjadi kepedulian setiap pasangan. Jangan sampai ada goresan yang menimbulkan luka. Pahamkan maksudnya?


Setelah resmi menjadi istri / suami orang wajib menutup semua masa lalu yang berhubungan dengan mantan. Kalau menikah berarti siap memutuskan untuk tidak membawa bayang-bayang mantan kepada kehidupan yang baru. Barangkali pembaca yang sudah menikah pernah mengalami mantan tiba-tiba nelpon, tiba-tiba WhatsApp. Jangan geer bukan karena mantan itu jodohmu lalu ujug-ujug menghubungimu. Lalu pengen mendekati lagi seolah ada chemistry, bullshit... semua itu tipuan iblis. Dah... Kalau sudah resmi menikah, berarti itulah jodohmu.


Suatu ketika, setelah acara pernikahan, ada mantan yang tiba-tiba menghubungi yang kala itu sudah jadi mantan. Mantan tahu kalau mantannya sudah menikah. Firasat kaleee... Tapi karena mengingat mantannya dirasa tidak masalah kalau sudah menikah bolehlah menghubunginya sekedar menanyakan kabar. Chat sekali dua kali masih wajar. Tapi kalau sudah keseringan itu sama saja kamu sedang bermain api, sedang menabuh genderang perang. Tentu saja menaruh curiga bahkan cemburu pada pasangan.


Menikah ada pantangannya, tidak boleh ini tidak boleh itu, banyak hal yang mesti dibatasi termasuk ber-chating ria dengan mantan. Iya itu adalah resiko sudah menikah. Maka dari itu sebelum menikah matangkan dulu niatnya untuk kesiapan menerima banyak perubahan termasuk tidak melakukan chatting-chatingan dengan mantan bahkan dengan banyak teman, tujuannya supaya kamu dapat berfokus kepada pasanganmu. Fokus saja mengurus keluarga barunya kamu supaya langgeng dan tidak menjadi omongan dan bahan gosip tetangga.


Apa hukumnya apabila sudah menikah tidak lagi dianjurkan untuk chating dengan mantan? :


Mantan jadi selingkuhan
Dari mantan jadi selingkuhan


1. Chating dengan mantan akan mengusik ketenangan pasangannya.

Kebahagiaan bisa didapatkan jika tidak ada saling menyembunyikan sesuatu dibelakang. Kalau dirasa ada yang sangat penting yang harus dibicarakan dengan mantan sampaikan hal penting itu pada pasangan sehingga bisa tahu apa saja isi dan maksud chat itu pada mantan. Kalau hati dan perasaan pasangan sudah terusik, maka kepercayaan itu lama kelamaan akan hilang.


2. Menghindari adanya kemungkinan balikan sama mantan. 

Sudah biasa terjadi, dalam pernikahan mantan menjadi orang ketiga perusak rumah tangga. Itu yang dikhawatirkan pasangan terjadi dalam pernikahannya. Kamu bisa saja beralasan tidak apa-apa dan tidak terjadi apa-apa. Biasanya dari yang tidak ada apa-apanya menjadi apa-apaan. Jangan sok kuat iman ya...!


3. Membiarkan mantan memilih jalan hidupnya. 

Agar kamu leluasa menjalani hidup dengan pasangan menikahmu maka biarkan mantan menjalani hidupnya. Tak perlu hiraukan mantan sudah bagaimana dan menjadi apa. Cukup kamu fokus menjalani pernikahanmu dan biarkan mantan memilih jalan hidup yang dianggap paling terbaik untuknya. Tidak usah ikut campur bak pahlawan kesiangan. Ada saja mantan yang tidak ikhlas melihat mantannya hidup bahagia dalam pernikahannya. Bisa jadi mantan berpikir : Kenapa dia yang jadi suaminya / istrinya? Harusnya aku! Harusnya aku yang bahagia bersama dia.


4. Tidak semua mantan bahagia dengan pernikahan mantannya.

Kamu memang bahagia dengan pernikahanmu, tapi apa iya dengan mantan? Lihat poin nomor 3. Dibalik isi chat ada niat untuk merebutnya dari pasanggannya. Siapa tahu ada tujuan terselubung dari mantan sehingga masih suka chatingan. Jangan sampai karena kepolosan dan keluguan kamu, mantan bisa masuk dalam pernikahan kamu yang akhirnya menjadi duri dalam pernikahan.


5. Bila mantanmu tidak kawin-kawin ada kemungkinan belum bisa move on dari kamu.

Tidak usah ditanyakan, bisa kamu analisa dan perkirakan kenapa sudah bertahun-tahun tidak juga mau menikah. Padahal misalnya sudah berulang-ulang didesak orang tua bahkan dibuat perjodohan tapi tetap memilih menjomblo. Hati-hatilah dengan mantan yang demikian siapa tahu kamulah yang ditunggu-tunggu kapan ada kesempatan untuk merebutnya. Mantan tidak selalu sebaik yang kamu pikirkan. Kenapa mantan tidak kawin-kawin? Bisa jadi alasannya karena masih belum bisa move on dan lagi masih mengharapkan kamu jadi pasangannya. Berhati-hatilah dengan mantan yang masih suka cari celah buat menghubungi kamu. Jangan sampai pasanganmu tahu bahwa kamu masih sering chatingan dengannya. 


6. Atau kamunya yang belum bisa move on makanya kamu yang balik menghubunginya duluan?

Jangan jadikan pernikahan yang kamu jalani hanya sebagai pelampiasan. Jangan cari alasan buat membenarkan kesalahan menikah karena inilah karena itulah. Apapun alasannya, tidak baik kalau kamu yang agresif buat hubungi mantan. Dengan alasan inilah, alasan itulah atau dia tahu obat aku sehingga aku menanyainya. Kalau sudah menikah, yakinkanlah dirimu bahwa itulah jodohmu. Jangan cari-cari alasan untuk mangkir dari tanggung jawab.


7. Pasangan yang CLBK menjadi alasan ada kesempatan untuk menghubungi mantan.

Jangan suka memancing di air keruh. Merasa kesepian karena ditinggal tugas oleh suami / istri menjadi alasan cari kesibukan. Pakai alibi kesepian pun tidak akan membuat kamu merasa benar. Merasa tidak ada yang tahu dengan percakapan di handphone kamu dan masih terdapat sederet chatingan kepada mantan sudah menunjukkan didalam kamu tidak ada kesetiaan. Mentang pasangan jauh dari hadapanmu jadi bisa seenak jidat menghubungi mantan. Bukan mantannya yang sakit jiwa tetapi kamu sendiri yang mengundang musuh masuk dalam pernikahannya.


Andalah yang menjaga keharmonisan rumah tangga bukan mantan. Oleh karena itu menjauhlah sejauh mungkin dari mantan. Jangan kasih peluang buat mantan buat intip kebahagiaan ataupun penderitaan keluargamu. Sebisa mungkin sembunyikan lah itu jauh dilubuk hatimu. Supaya terhindar dari perselingkuhan dan dosa perzinahan.

Post a Comment for "Tanya jawab: Bolehkah Kalau Sudah Menikah' Curhat-curhatan Sama Mantan?"