Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menikahlah dengan Suamimu Dan Berpikirlah Begini,.. Supaya Bertahan Dalam Maghligai Rumah Tangga

Pernikahan dengan jodoh

Pernahkah bertengkar dengan pasangan? Pernahkah kesal dengan suami? Pernahkah berkata pada suami, biarlah kau mati saja tidak apa-apa, biar jadi janda juga tidak apa-apa dari pada hidup dengan kamu, bikin kesal. Lagi pula aku masih muda masih bisa menikah dengan pria lain yang bisa bikin aku bahagia kelak setelah aku tidak lagi denganmu. Bikin menderita saja. Eits...  Tahan dulu esmosi kamu. Kamu itu sudah menikah dengan suami kamu, maka berpikirlah dengan baik supaya dapat bertahan dalam mahligai rumah tangga kamu.


Kata-kata itu sangat menyakitkan bagi seorang suami yang mendengar omongan itu keluar dari mulut istrinya.  Bakal hilang 1 bulan umurnya setelah mendengarkan ucapan itu keluar dari istrinya sendiri yang sudah jelas-jelas jodohnya. Bahkan dielu-elukan pria terbaiknya. Mulai sekarang bertobatlah dengan kata-kata itu. Perkataan yang demikian itu enak diucapkan saat emosi tapi tidak enak dijalani. Yang kamu sumpahi itu adalah jodohmu bukan jodoh orang lain yang kamu nikahi karena saking cintanya kamu dulu. Bagaimana tidak, kamu sudah tidur dengannya. Menjalani hidup sekian lama dengannya. Memiliki anak darinya. Yang kamu ingini untuk berpisah atau bercerai itu adalah jodohmu, suamimu, bapak dari anakmu. Tega kali kamu?


Saya yakin banyak diantara para ibu-ibu disaat lagi naik darah, orang yang dia sumpahi, dia kata-katain itu lupa bahwa orang itu adalah suaminya dan jodohnya. Di saat semua membaik seperti maunya istri maka suaminya dibilang "jodoh dari Tuhan", begitu ada hal yang membuatnya murka dia akan bilang "aku menyesal telah menikah dengannya. Enggak tahunya yang kejar-kejar cintanya adalah dia sebelum jadi istrinya. Masih pacaran dulu; kaulah bintangku, kaulah matahariku. Begitu menikah berubah menjadi: kau matahari yang membakar tubuhku 😀. Najis banget🤮


Pertengkaran dalam keluarga diakui bahwa pertengkaran itu adalah hal yang wajar dan biasa terjadi antara pasangan. Kadang ada saja bikin amarah pecah sehingga saling menyakiti dan menyinggung perasaan. Masalahnya bisa apa saja penyebabnya dari hal yang sepele bisa sampai besar. Akibat pertengkaran ini ada banyak pikiran-pikiran yang muncul sampai keinginan untuk pisah.

Baca juga: Suami selingkuh akan kembali ke istri tuanya, benarkah demikian?


Lagi emosi banyak pikiran-pikiran aneh dan negatif menyerang. Kalau sungut-sungutan semakin kencang, emosi akan semakin membara. Tidak peduli mana titik mana koma. Yang penting jangan sampai tidak terlampiaskan semua kekesalan.


Tahukan anda, bahwa senjata pamungkas istri adalah lambenya yang pedas. Kalau ngomong dan mengatai suami paling kencang dan nyelekit. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan penghasilan. Kalau penghasilan istri lebih besar, ngomong tidak kira-kira. Kejadian 100 tahun silam bisa diingatnya dan diungkit-ungkit kembali.


Nah, kali ini kita coba menyadarkan para ibu-ibu tentang pernikahannya. Siapa tahu ada yang tidak tahu, ada yang lupa dan mungkin ada yang belum paham sama sekali bahwa ia menikah hanya menikah dengan suaminya (pelakor ya tentu diluar konteks - pelakor tidak dibahas disini). Kalaulah ada yang bilang bahwa pernikahannya kala itu didasari akibat paksaan, itu hanyalah sebuah kondisi supaya kamu bisa menikah. Setelahnya anda berdua adalah jodoh. Setelah itu kamu harus urus hati kamu untuk bagaimana supaya tetap berada didalam entitas pernikahan itu. 


Kalau saat ini kamu sudah menikah, terimalah pernikahan itu dengan segala kebesaran hati dan berupaya mencapai kesuksesan supaya tercipta kebahagiaan. Maka inilah yang harus kamu pikirkan tentang suami ketika terjadi pertengkaran dan keributan:


1. Setiap kali ada masalah jangan buru-buru menyumpahi suami


2. Tahan emosi jangan sampai keluar kata-kata buruk dari mulut para ibu-ibu apapun kejahatan yang sudah suami lakukan.


3. Adakalanya ketika suami berubah, kemudian ibu ingat bahwa ibu-ibu pernah berkata buruk, mengutuk suami supaya hancur, mati, bangkrut atau apalah maka akan datang penyesalan yang ujungnya membuat hati ibu-ibu yang menjadi hancur.


4. Kala mengingat suami tidak dapat berkatnya sesuai porsi dari yang sudah di upayakan, tidak sesuai dengan porsi yang ibu harapkan, dan saat giliran ibu-ibu hendak membantunya supaya lebih banyak lagi dapat rezeki, tapi sadar ada dampak dari perkataan buruk dari yang ibu-ibu ucapkan itu. Perkataan buruk itu mengingatkan akan kondisi carut-marut keuangan yang akhirnya membuat hati ibu meringis, kenapa? Saat ibu-ibu lagi emosi dan tidak mampu mengontrolnya sehingga keluar kata-kata buruk buat suami, saat itu ibu ibu tidak sadar bahwa sesungguhnya ibu-ibu telah menjadi penghalang berkat suami. itu adalah suami kamu, pencari berkat buat keluarga kalian. Oalah ibu.


5. Saat suami sakit, tiba-tiba ibu ingat kata-kata ibu, maka segeralah cabut kata-kata yang pernah terucap dan ganti dengan kata-kata yang memberkati.


6. Musuh ibu bukanlah suami bahkan ketika ia salah. Jangan menganggap suami sebagai musuh dari apa yang dia perbuat. 


Tapi kan...

* Suami aku bikin kesal, pulang kerumah tidak bawa apa-apa.

* Suami kerja tidak kasih nafkah bagi keluarga.

* Suami aku suka kdrt.

* Setiap gajian uang yang diberikan kepadaku bukan semua, hanya sejuta, Hanya lima ratus...

* Suamiku jarang pulang kerumah, entah kemana dia.


Ibu-ibu jangan lupa untuk selalu berkaca dan instrospeksi diri. Kadang ada suami yang berpikir logis saat melihat istrinya atau memang suami sedang bermasalah. Keduanya ada kemungkinan. Bagaimanapun dia jodohmu, apakah akan lari darinya karena dia sedang bermasalah?


Pada prakteknya, ada banyak suami yang minta pengertian dari istri tapi tidak mendapatkannya. Mulai dari cara halus sampai cara kasar suami lakukan hanya untuk dapat menggaet perhatian dan pengertian dari istri. Pengertian disini bukan dimaksud untuk melakukan semua yang suami mau. Ada keinginan suami yang paling dia inginkan dari istri, tapi istri tidak mau memperhatikan itu. Bukan karena beratnya keinginan itu tapi terkadang bagi istri "terlalu sepele' karena keinginan itu hanya keinginan sederhana.


Bagian istri itu hanya "memahami' apa sih maunya suami. Contohnya apa yang harus dipahami istri dari suami. Coba cek apa biasanya yang menjadi sumber pertengkaran dalam keluarga. Setiap laki-laki punya karakteristik masing-masing yang harus bisa dihandle oleh istri. Contohnya:


1. Ada suami yang hanya butuh diperhatikan makanannya dan selalu ada istri disampingnya untuk menemaninya makan, maka suami bahagia dengan situasi yang demikian.


2. Ada suami yang ingin keluarganya diperhatikan. Misalnya rajin-rajin menanyakan kabar orang tuanya.

3. Ada suami yang tidak terlalu peduli uangnya diapakan istrinya, asalkan istrinya memperhatikan kebutuhan rumahtangganya dan orang tuanya.

4. Ada suami yang tidak ingin istrinya sering keluar rumah

5. Ada suami yang tidak suka istrinya nge-mall buat belanja yang tidak penting.

6. Ada suami menginginkan istri memenuhi kebutuhan seksualnya

7. Dan lain-lain.


Pemenuhan kebutuhan dan keinginan inilah yang kerap tidak ia dapatkan dari istrinya. Bukan karena tidak bisa dipenuhi istri, tapi kadang istri menyepelekan kebutuhan dan keinginan sederhana itu.


Jadi jodoh itu bukan hanya hidup selalu berdampingan namun selalu memahami setiap tanggung jawab istri terhadap kebutuhan bahkan pada bagian terkecil sekalipun. Maka dari pemenuhan hal sepele inilah ketika istri melakukannya ia akan melihat bahwa memang benar pria yang menikah dengannya adalah jodohnya. Jodoh itu selalu berusaha saling membahagiakan jodohnya.

Demikian inspirasi kali ini. Yang pernah terlanjur bicara sembarangan kepada suaminya, segera berubah dan perbaiki apa yang harus diperbaiki, supaya kamu dapat merasakan bagaimana jodohmu memperlakukan kamu jodohnya.


Post a Comment for "Menikahlah dengan Suamimu Dan Berpikirlah Begini,.. Supaya Bertahan Dalam Maghligai Rumah Tangga"